Friday, April 18, 2008

Kacau

Aku pernah menutup alis
mengangankan yang manis
walau kausangkal semuanya persis
pandang gelisahmu yang egois

Dalam desah gelisah nafas
kurasa bebas melepas
tusukan sukar, belenggu sukma durja
melingkar tubuh memendam keruh

Biar kau terbit seperti
Dajjal yang buta mata. buta hati
namun aku masih sini mengadu
sendu dan syahdu pada Dia yang Satu

Pada akhirnya tiada lagi
kuturut lurut mana nahu mu
untuk aku sendiri mencari hakiki
pada nur-Nya yang lurus dan kudus

2 comments:

azizul kamaruzaman. said...

elehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.
hihihi

Shaira Amira said...

jahat sungguh.hahaha